Senin, 20 Januari 2020

Pengalaman Tes Rekrutmen & Seleksi FHCI BUMN 2019 Telkom Indonesia GPTP Batch X (with tips & tricks)




Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Wr. Wb.


Disini gue pingin berbagi pengalaman mendaftar FHCI BUMN 2019 (Februari – Agustus 2019). Buat temen-temen yang belum tau, Forum Human Capital Indonesia (FHCI) BUMN ini merupakan terobosan pertama dari Kementrian BUMN dengan mengintegrasikan rekrutmen menjadi terpusat satu pintu. Seluruh perusahaan BUMN di Indonesia yang membutuhkan tenaga kerja baru, akan membuka lowongan melalui pintu FHCI ini. Umumnya yang melalui pintu ini adalah untuk Karyawan Tetap, walau pada pelaksanaannya tetap ada untuk karyawan temporer juga. Namun yang menjadi kelebihan dari FHCI ini adalah kita tidak perlu mendaftar dan melengkapi data diri setiap kali ingin mendaftar ke perusahaan-perusahaan, kita hanya perlu melengkapi data diri di FHCI BUMN saja, karena sudah terintegrasi dengan seluruh BUMN.

Dasar dari pembentukan FHCI ini salah satunya adalah ingin melakukan revolusi terhadap sistem rekrutmen yang terlalu normatif, seperti memberikan persyaratan harus memiliki latar belakang pendidikan S1/S2, dan umur max 24/26 tahun. Di FHCI ini, batasan umur dan background pendidikan semakin dilonggarkan, sehingga teman-teman lulusan diploma, dan yang sudah berumur kepala 3 juga masih bisa mendaftar. Gue pribadi adalah saksi nyata kalau ini benar adanya, karena ada teman satu batch gue yang sudah memiliki anak, dan ada juga yang merupakan lulusan diploma. (It could be both challenge or opportunity based on your very own perspective).

Berikut akan gue share pengalaman gue dalam mengikuti tes via FHCI BUMN, berharap temen-temen ada gambaran dalam mengikuti test di batch berikutnya, dan bisa menjadi motivasi untuk terus maju. Wish you all the best and happy reading!


1.     Registrasi dan Administrasi


Tahap awal kita diminta untuk registrasi melalui website resmi rekrut bersama FHCI BUMN (https://rekrutbersama.fhcibumn.com/). Kita diminta untuk melengkapi data diri, upload foto, ktp, dll. Setelah itu peserta akan menunggu sampai ada pengumuman dari FHCI BUMN untuk tahap selanjutnya.

2.     Tes BUMN Values


Setelah dinyatakan lolos tes administrasi, tahap selanjutnya adalah tahap tes BUMN Values. Tes yang dikerjakan di BUMN Values dikelola oleh pihak FHCI, dan disini peserta diminta untuk mengerjakan soal-soal yang berisi pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari dan pilihan jawabannya hanya ada dua, ya atau tidak. Tes ini menguji kecocokan values yang dimiliki peserta dengan values dari BUMN sendiri. Kalau boleh jujur gue juga gatau penilaian dari tes ini bagaimana, karena ada aja temen gue yang gagal dalam mengerjakan tes ini. Kalau boleh kasih tips, mungkin coba temen-temen pelajari BUMN values itu apa saja, lalu teman-teman pastikan bahwa teman-teman memiliki nilai itu, atau kalau belum, tanamkan ke dalam hati teman-teman kalau teman-teman harus memiliki nilai-nilai itu.



3.     Tes Kemampuan Dasar

Setelah pengumuman tes BUMN Values, selanjutnya adalah pelaksaan Tes Kemampuan Dasar (TKD). Alhamdulillah gue termasuk salah satu orang beruntung yang dinyatakan lolos pada tahap Tes BUMN Values. Sebelum mengikuti TKD, kita dipersilahkan untuk memilih 3 perusahaan (prioritas 1 s.d. 3), pastikan bahwa nomor 1 adalah prioritas utama yang ingin dituju. Lalu prioritas 3 adalah yang terbawah (terendah). Pastikan jangan sampai kebalik ya teman-teman, karena ada teman gue yang dipanggil untuk tes bidang di pilihan ketiga, yang artinya dia gagal di prioritas 1 dan prioritas 2, ingat-ingat SBMPTN/SNPMTN saja, sama kok konsepnya (di jaman gue thn 2013).

Sebelum melakukan penginputan, kita dapat melihat jumlah pendaftar di perusahaan BUMN secara real time. Sehingga ini juga bisa menjadi dasar teman-teman dalam pengambilan keputusan prioritas pemilihan perusahaan, dengan melihat jumlah saingan dan kemungkinan kualitas dari saingan tersebut. Seperti kemarin peringkat 1 pendaftar adalah PT. Pertamina dari segi jumlah, lalu gue juga yakin kalau dari segi kualitas SDM yang mendaftar pasti orang-orang yang otaknya encer, sehingga gue lebih prefer tidak mengambil PT. Pertamina karena akan sangat berat dan lebih kompetitif. Walau sejatinya juga gue pribadi melihat potensi jangka panjang akan kuat di sector digital dan teknologi. Setelah memilih prioritas, teman-teman diberikan 1 kesempatan untuk mengubah prioritas apabila ada yang masih galau atau salah input. Kemarin sih gue tidak memakai fasilitas tersebut. Dalam proses penginputan, pastikan bahwa perusahaan yang teman-teman pilih ada lowongan yang sesuai minat, dan sesuai dengan jurusan teman-teman.

Setelah selesai mendaftar dan menentukan prioritas, kita akan mendapat undangan untuk mengerjakan TKD secara online di hari lain. Gue alhamdulillah kebagian waktu mengerjakan pas weekdays, sehingga harus izin setengah hari untuk mengikuti tes ini, walaupun gue tetep ditelfonin pas tes. Untuk bagian-bagiannya gue lupa, ada 5 bagian kalau tidak salah, dan ada bagian yang cukup susah dimana gue hanya mengisi 14 dari 30 soal. Sebenarnya gue sudah sangat pesimis saat ada 1 bagian itu yang gue sangat zonk, tapi Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk lanjut ke tahap TKB. Tips dari gue sih kerjain aja dari yang paling gampang, jangan maksa di soal yang susah daripada yang lain ga kekejar.

4.     Tes Kemampuan Bidang (Telkom Indonesia)

Di tahap ini kita diberi pengumuman dinyatakan lolos/tidak dari proses seleksi TKD, lalu apabila lolos, kita diberi tahu lolos untuk diseleksi di perusahaan mana. Kemarin sempet ada kejadian unik dari beberapa peserta, dinyatakan gagal oleh FHCI, namun ternyata tetap diundang untuk Tes Kemampuan Bidang (TKB) oleh perusahaan. Lalu setelah dikonfirmasi, ternyata yang benar adalah pengumuman dari perusahaan. Semoga ini tidak terjadi lagi kedepannya agar kita bisa dapat kepastian dan tidak ada informasi yang bias.

Setelah diberi tahu pengumuman peserta yang lolos TKB, peserta diarahkan ke masing-masing perusahaan untuk melaksanakan TKB. Proses TKB ini sepenuhnya adalah proses internal setiap perusahaan, sehingga FHCI tidak turut campur selama tahap TKB. Jadi penjelasan gue setelah ini adalah pengalaman pribadi gue khusus di proses seleksi TKB PT. Telkom Indonesia Tbk.


a.     TKB Online Test


Proses seleksi PT. Telkom Indonesia, Tbk ini dibagi menjadi dua fase, fase pertama yaitu TKB Online Test, lalu fase kedua yaitu Assessment Days. Pada fase pertama ini terdiri dari tiga (3) tahap yaitu data confirmation, English ability test, dan Tes Kemampuan Bidang sesuai bidang yang di apply.

Fase pertama ini full online sehingga peserta diharuskan menyiapkan waktu dan perangkat sendiri untuk akses tes online. Masing-masing peserta akan di email terkait username password, dan penjelasan mengenai pelaksanaan teknis online test.

                                                  i.    Data Confirmation

Tahap data confirmation ini tidak wajib dilakukan karena hanya untuk memastikan peserta memahami cara kerja website assessment tersebut dan sebagai pengecekan ulang data pribadi apabila ada kesalahan atau tidak, gue pribadi tidak mengikuti tes data confirmation ini dikarenakan sedang sibuk bekerja di kantor gue sebelumnya. Buat yang belum pernah tes di Telkom sebelumnya, gue saranin ikut biar lebih fasih dan paham. Gue pribadi udah tes Telkom ke 5 saat di FHCI ini, sehingga udah bisa dikatakan fasih lah ya.

                                                 ii.    English Ability Test

Tahap selanjutnya adalah mengerjakan soal Bahasa inggris, soalnya ada 3 jenis yaitu reading, structure, dan business conversation. Mirip-mirip tes TOEFL, jadi siap-siap buat yang TOEFLnya kurang disiapkan lagi. Gue ngerjain tes online ini dirumah, Alhamdulillah bisa izin setengah hari ke atasan untuk mengikuti tes ini

                                                iii.    Tes Kemampuan Bidang

Kemarin gue jadwalnya bareng antara tes bahasa inggris dan tes kemampuan bidang, yaitu jam 10 pagi. Pada tes kemampuan bidang mengerjakan soal pilihan ganda sebanyak 45 soal dalam waktu 30 menit. Soal yang diberikan sesuai dengan bidang yang dipilih pada saat melamar. Sedikit tips usahakan mengerjakan dari yang mudah terlebih dahulu, agar waktu kita tidak habis untuk mengerjakan soal yang susah. 

b.     Assessment Days


Gue mau cerita kalau ini merupakan tes ke-5 gue di Telkom Indonesia, dan gue cuman lolos 2x sampai ke tahap assessment days, pada saat tes ke-2, dan pada saat tes ke-5 di FHCI ini. Jujur di tahap TKB Online Test emang merupakan momok banget buat yang daftar Telkom (buat gue pribadi sih sebenernya), karena cut offnya itu yang ga nyantai, dari 17.000 sisa 700, dari 11.000 sisa 500, dst, dan juga soalnya yang super susah terutama di Tes Kemampuan Bidang. Kebayang lah ya se kompetitif apa wkwk.

Yasudah dengan berbekal doa, gue cuman bisa berserah diri dan pasrah. Rasa gelisah dan tidak tenang menanti pengumuman ini ngebuat gue terjaga sepanjang malam. Tiba-tiba saja, pada dini hari, sekitar pukul 03:00, gue ngelihat grup telegram sudah rame ada yang bilang kalau sudah 'hilal'. Para jobseekers pasti sudah tidak asing dengan istilah 'Hilal', maknanya adalah munculnya pengumuman. Rasa deg2an dan cemas pun menghampiri, tak lupa diikuti bulu kuduk yang berdiri. Lalu pelan2 dengan diiringi doa, gue nge scroll-scroll dari atas ke bawah, liatin satu-satu sambil harap-harap cemas. Ternyata nama gue tercantum di salah satu orang yang berhak ikut assessment days. Alhamdulillah seneng banget sih pas itu, dan rada2 ga percaya juga karena emang kesusahan pas ngerjain soal TKB wkwk.

Lalu setelah itu lanjut ke tahap assessment days, kita diberi email berisi jadwal tes tahap selanjutnya dan kita juga diberi tugas sebagai salah satu persyaratan untuk membuat video dengan nama Telkom Dream Challenge (TDC). Disitu kita diminta untuk membuat video dengan menjawab 2 pertanyaan dan tantangan dari Telkom Indonesia. Video dibuat dengan durasi maksimal 3 menit dan ukuran file harus dibawah 300mb (kalau tidak salah ingat). Video direkam dengan kamera HP posisi vertikal dan harus memperlihatkan seluruh badan dari kepala-kaki. Poin plus dalam penilaian video ini adalah apabila kita menjawab menggunakan Bahasa Inggris. Setelah dibuat kita tinggal upload via web rekrutmen Telkom, dan menunggu untuk assessment days.


                                                  i.    Psikotest (Wartegg, Gambar Pohon & Orang, Pauli Test, Culture Fit Test, Soal Bidang)

Pastikan di tahap ini kalian dalam kondisi fresh dan bugar, karena tes ini dilaksanakan selama setengah hari full dan cukup menguras stamina apalagi di bagian pauli. Lalu di akhir sebelum culture fit test, kita diminta untuk mengerjakan soal bidang yang mana soalnya sesuai dengan bidang masing-masing yang dipilih. Soalnya lebih ke case study sih, jadi siapkan saja ilmu2nya dulu sebelum ikut tes.

                                                 ii.    Interview Personal Quality & Culture

Gue dijadwalkan untuk interview personal quality & culture di hari senin jam 08.00 pagi di Graha Merah Putih (GMP). Pada saat interview akan dipecah menjadi beberapa ruangan dengan masing-masing interviewer menguji sebanyak 5/6 orang. Dan gue dapet urutan terakhir ke 6 saat itu. Karena dapat urutan terakhir, otomatis gue harus nunggu sampai sore karena sistemnya urut. Akhirnya gue interview sekitar jam 4-an sore, itu masih lumayan cepet karena ada 1 orang yang tidak memenuhi panggilan interview.

Proses interview ini terdiri dari dua (2) orang, gue ga paham mereka dari bagian apa karena tidak memperkenalkan nama dan juga menyebutkan asal departemen. Pertanyaan yang diajukan hanya seputar pengalaman kerja, pengalaman kuliah, dan juga pengalaman sehari-hari. Persis seperti interview HRD atau psikolog pada umumnya. Untuk tips pada tahap ini usahakan tetap jujur, apa adanya, dan sampaikan seluruh hal positif yang kamu miliki selama memungkinkan dan relevan dengan pertanyaan yang diajukan. Usahakan kita tetap dapat terlihat menjual dan pitching saat proses interview berlangsung.

                                                iii.    Interview Bidang

Pada tahap interview bidang ini adalah interview 1 on 1 antara interviewer dengan interviewee. Pada pagi hari kita diharuskan untuk kumpul jam 08:00 di hari selasa. Sama seperti hari senin, akan dibagikan ruangan dan urutan, namun kali ini per ruangan akan disesuaikan dengan bidangnya masing-masing. Alhamdulillah gue juga dapat urutan terakhir (ke-5) seperti biasanya. Dan untuk interview user ini, khusus untuk ruangan gue diundur sampai sekitar jam 14:00, karena user yang diamanahi untuk wawancara tersebut sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Sehingga kami harus menunggu sampai jam 14:00. Lalu setelah itu gue menunggu sampai dipanggil sekitar jam 16:00 (alhamdulillah lebih cepet dari pada interview sebelumnya).

Pada saat proses interview user, gue ditanyakan mengenai study case yang gue kerjakan pas psikotes, lalu ditanyakan pengalaman kerja dan pengalaman kuliah. Lalu beliau memberi case terhadap kondisi2 tertentu saat bekerja. Tipsnya harus siap teknis dan ilmu seputar bidang yang dipilih saat mendaftar.

                                                iv.    Medical Checkup

Pada saat proses medical check-up, peserta diminta untuk datang pagi jam 06:30. Datang lebih cepat berarti pulang lebih cepat, karena sistemnya adalah first come first serve. Test yang dijalani adalah tes darah dan tes urine terlebih dahulu (pastikan sudah puasa sebelumnya, kemarin makan terakhir disarankan pukul 22:00, dan yang membandel makan diatas jam 22:00, akan di hold untuk pengambilan darah pertama nya, yg otomatis akan memperlambat waktu lu dalam menyelesaikan MCU). Setelah itu peserta diberikan makanan berat untuk pengambilan darah kedua. Setelah selesai makan, kita diminta untuk mengikuti tes yang lain dulu sebelum tes darah kedua (2 jam setelah makan). Tes yang ada adalah dihitung tensi, berat badan, dan tinggi badan, tes mata, EKG, Rontgen, konsultasi dokter, dicek ambeien (tusbol), gigi, mulut, telinga, pernafasan, dan cek audio.

Gue nyelelesaikan seluruh rangkaian MCU sekitar jam 10:30 karena kebagian pengambilan darah awal-awal (urutan 8/9). Untuk tips MCU mungkin bisa dengan gue bagi2 pengalaman gue pribadi untuk bisa lolos di MCU, karena berat gue dulu sampai 3 digit dan kolestrol total sampai >250, temen-temen bisa langsung klik link ini aja Turun 30 Kg & 50 Kolestrol Total (Coming Soon)

5.     Hasil Diumumkan Oleh Pihak FHCI BUMN

Setiap BUMN yang sudah menyelesaikan seluruh proses seleksi akan menyetorkan hasilnya ke FHCI, agar pengumuman hasil akan diumumkan satu pintu oleh pihak FHCI. FHCI membagi pengumuman akhir menjadi dua (2) tahap. Yaitu pada tanggal 31 Juli 2019, dan pada tanggal 14 Agustus 2019. Pembagian pengumuman menjadi dua tahap ini adalah dikarenakan pengumuman tahap dua ini diperuntukkan untuk disabilitas, dan juga untuk peserta yang dinyatakan tidak lolos/gagal di tahap akhir masing-masing BUMN, sehingga akan direkomendasikan ke BUMN lain.

Dalam proses menunggu nya ini, gue ibarat anak kelas 3 SMA yang mau SNMPTN/SBMPTN. Mendadak seakan menjadi orang teralim di dunia ini (padahal ya engga juga wkwk). Di tahap ini gue diumumkan di gelombang 1 utk dinyatakan lolos, yaitu di tanggal 31 Juli 2019. Saat melihat pengumuman itu, gue sangsi, apakah bener ini udah valid? apakah bener ini gue udah jadi bagian dari salah satu BUMN terbesar di Indonesia? Dibalik kesenangan, ada juga kegelisahan terkait uncertainty yang masih harus di klarifikasi. Karena pada saat itu cukup simpang siur, dan ada juga track record perubahan status dari yang awalnya gagal menjadi berhasil (ini pada saat  peralihan dari TKD ke TKB). Disini gue udah seneng, tapi gue juga udah berusaha buat mencari info untuk mengklarifikasi kesenangan gue ini wkwk. Gue juga sampe mikir, selama blm ada email resmi dari Telkom gue ga akan pede dan percaya begitu saja (segitu skeptisnya wkwk).

Usut dan usut, akhirnya gue dapet email di tanggal 2 Agustus 2019, ya, di hari ini gue bener-bener yakin kalo emang gue keterima, karena akhirnya kegelisahan gue terjawab dengan adanya email resmi masuk dari Telkom.
Alhamdulillah akhirnya gue sudah bisa bernafas lega. Penantian lama mulai dari Bulan Februari, terjawab di Bulan Agustus. Ya, 7 bulan bro, cukup lama kan? Tapi masih ga ada apa-apanya 7 bulan dibandingkan harus nyoba ikut pendaftaran dari GPTP VII, baru tembus di GPTP X. ga ada apa-apanya 7 bulan dibandingkan nyoba GPTP selama lima (5) kali. Gue berharap banget cerita gue bisa jadi inspirasi bagi teman-teman yang sedang berjibaku di dunia jobseeker. Khususnya untuk yang ingin masuk Telkom, umumnya buat para jobseekerIngat, Allah tidak tidur, percayalah Allah akan memberi yang terbaik bagi setiap insan yang mau berusaha. Salam Solid, Speed, Smart.


#TheWorldInYourHand #SelaluAda #UntukIndonesia